Wabah infeksi virus corona atau COVID-19 telah menjangkit lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, jumlah pasien positif COVID-19 sudah mencapai lebih dari 200.000 (per tanggal 4 Oktober 2020). Telah lebih dari enam bulan masyarakat Indonesia dianjurkan untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas sehari-hari akibat pandemic COVID-19. Dalam enam bulan ini, masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan aktifitas. Mulai dari kebijakan physical distancing, work from home dan pembelajaran jarak jauh. Bagi Sebagian orang, hal ini bisa dirasakan suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada Kesehatan mental.
Gangguan Kesehatan mental yang terjadi selama pandemic dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari hingga kebingungan akibat informasi yang simpang siur. Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan Kesehatan mental di tengah pandemic penyakit yang ditimbulkan oleh virus COVID-19. Beberapa gangguan kesehatan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stress, cemas berlebih dan sebagainya.
Pada bulan Maret lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau agar setiap orang perlu menjaga kesehatann mental untuk menghindari keluhan fisik yang muncul akibat stress. Karena Ketika seseorang stress maka system imun tubuh akan berkurang. Ini akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Selain itu, menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), stres di kala pandemi dapat menyebabkan gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, bahkan kondisi kesehatan tubuh memburuk. Dari fakta tersebut, sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental selama pandemi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jasmani, sebab kedua aspek tersebut sangat bergantung satu sama lain.
Banyak yang belum menyadari cara mengatasi pandemi covid-19 tidak melulu soal menjaga kesehatan badan. Padahal sangat penting bagi kita untuk memelihara kesehatan mental demi bisa bertahan di situasi serba tidak pasti ini. Menjaga Kesehatan mental dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya yakni self care. Self Care merupakan kegiatan yang bisa menambah dan meningkatkan energi dalam diri agar dapat berfungsi dengan baik secara fisik dan mental. Memperhatikan self care dengan baik dapat meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan diri karena self care itu bagian dari self love.
Meskipun terlihat sepele, self care sendiri penting untuk dilakukan karena self care dapat membantu individu untuk lebih menghargai diri sendiri setelah berjam-jam berkegiatan. Dengan melakukan segala aktivitas yang dapat meningkatkan kebahagiaan dan kenyamanan diri sendiri. Self care juga mampu mengurangi segala macam penyakit mental seperti depresi, stress atau kecemasan berlebih yang jika diabaikan akan semakin mempercepat laju hidup seseorang.
Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan Kesehatan mental di masa pandemic ini. Jika merasa stress berat dan merasa tidak bisa mengatasinya sendiri, konsultasikan dengan dokter jiwa (psikiater), psikolog, psikoterapis atau professional Kesehatan lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar