Minggu, 11 Oktober 2020

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Wabah infeksi virus corona atau COVID-19 telah menjangkit lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, jumlah pasien positif COVID-19 sudah mencapai lebih dari 200.000 (per tanggal 4 Oktober 2020). Telah lebih dari enam bulan masyarakat Indonesia dianjurkan untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas sehari-hari akibat pandemic COVID-19. Dalam enam bulan ini, masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan aktifitas. Mulai dari kebijakan physical distancing, work from home dan pembelajaran jarak jauh. Bagi Sebagian orang, hal ini bisa dirasakan suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada Kesehatan mental.

Gangguan Kesehatan mental yang  terjadi selama pandemic dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari hingga kebingungan akibat informasi yang simpang siur. Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan Kesehatan mental di tengah pandemic penyakit yang ditimbulkan oleh virus COVID-19. Beberapa gangguan kesehatan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stress, cemas berlebih dan sebagainya.

Pada bulan Maret lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau agar setiap orang perlu menjaga kesehatann mental untuk menghindari keluhan fisik yang muncul akibat stress. Karena Ketika seseorang stress maka system imun tubuh akan berkurang. Ini akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Selain itu, menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), stres di kala pandemi dapat menyebabkan gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, bahkan kondisi kesehatan tubuh memburuk. Dari fakta tersebut, sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental selama pandemi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jasmani, sebab kedua aspek tersebut sangat bergantung satu sama lain.

Banyak yang belum menyadari cara mengatasi pandemi covid-19 tidak melulu soal menjaga kesehatan badan. Padahal sangat penting bagi kita untuk memelihara kesehatan mental demi bisa bertahan di situasi serba tidak pasti ini. Menjaga Kesehatan mental dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya yakni self care. Self Care merupakan kegiatan yang bisa menambah dan meningkatkan energi dalam diri agar dapat berfungsi dengan baik secara fisik dan mental. Memperhatikan self care dengan baik dapat meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan diri karena self care itu bagian dari self love.

Meskipun terlihat sepele, self care sendiri penting untuk dilakukan karena self care dapat membantu individu untuk lebih menghargai diri sendiri setelah berjam-jam berkegiatan. Dengan melakukan segala aktivitas yang dapat meningkatkan kebahagiaan dan kenyamanan diri sendiri. Self care juga mampu mengurangi segala macam penyakit mental seperti depresi, stress atau kecemasan berlebih yang jika diabaikan akan semakin mempercepat laju hidup seseorang.

Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan Kesehatan mental di masa pandemic ini. Jika merasa stress berat dan merasa tidak bisa mengatasinya sendiri, konsultasikan dengan dokter jiwa (psikiater), psikolog, psikoterapis atau professional Kesehatan lainnya.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Menyayangi Diri Sendiri

Manusia atau homo sapiens adalah primata yang sangat pintar, manusia lah yang menjadi penduduk dominan di planet Bumi. Sebagai manusia kita harus memahami, menerima, dan tentunya menyayangi diri kita sendiri. Tentunya, untuk bisa melakukan hal-hal tersebut kita mempunyai cara kita masing-masing. 

Sebelum kita bisa mengenal orang lain kita harus mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu. Tentu saja mengenali diri kita sendiri bukanlah hal yang mudah, tetapi perlu diketahui bahwa dengan mengenal diri kita sendiri, kita akan paham tentang diri kita dan kita akan lebih yakin dalam membuat keputusan yang berbeda dari yang sebelumnya belum pernah atau pernah kita pilih. Menurut saya, untuk bisa memahami diri sendiri kita perlu mengetahui apa yang sebenarnya saya inginkan, sedangkan untuk mengetahui apa yang sebenarnya saya inginkan saya perlu mengetahui apa yang sebenarnya membuat saya bahagia. Kebahagiaan untuk setiap orang tentu saja berbeda-beda, hal tersebut bisa berupa hobi, keberadaan orang lain, atau bahkan hal-hal sederhana yang biasa kita temukan dalam hidup kita. Maka menurut saya, dengan mengetahui apa yang membuat saya bahagia, saya akan bisa memahami diri saya sendiri. Saat kita memahami diri kita sendiri, kita akan lebih yakin dala membuat keputusan, hal ini harus kita lampiaskan dalam menjalankan kewajiban kita yang tentunya juga untuk mencapai kebahagiaan yang kita inginkan.  

Kita harus menghargai seluruh bagian yang ada dalam diri kita, dan untuk menghargai seluruh bagian tersebut kita harus bisa menerima kekurangan yang kita miliki. Menurut saya, suatu saat pasti saja saya akan menemukan kekurangan yang sebenarnya saya miliki, tetapi saya merasa bahwa saya harus bisa merangkul dan menerima kekurangan saya itu, itu lah definisi menerima diri sendiri bagi saya. Selain menerima kekurangan yang saya miliki, saya juga harus mencari cara untuk menanggulangi kekurangan itu, saya harus mencari cara untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang saya miliki, jika saya sudah berhasil melakukan itu saya akan merasa bahwa saya sudah benar-benar menerima diri saya. Dalam melaksanakan kewajiban saya, saya tidak boleh mengabaikan kekurangan-kekurangan yang saya miliki, tentunya saya harus bisa paham apa kekurangan yang saya miliki, setelah menemukan hal tersebut saya harus bisa menerimanya dan mencari cara untuk mengatasinya, dengan melakukan hal ini, saya akan bisa melakukan kewajiban dengan baik dan sukses dalam mencapai kebahagiaan yang saya inginkan, maka tentu menerima diri kita sendiri sangatlah penting dan bermanfaat.

Sama halnya seperti saat kita menyayangi orang lain, kita juga harus menyayangi diri kita sendiri. Bagi saya arti kasih sayang sangatlah bisa bermacam-macam, tetapi salah satu diantaranya adalah kepedulian. Ketika kita menyayangi orang lain, kita akan merasa peduli kepada orang tersebut, dan menurut saya untuk menyayangi diri kita sendiri saya harus peduli kepada keadaan diri saya. Menurut saya, memahami dan menerima diri kita adalah bagian dari rasa kepedulian kita terhadap diri kita sendiri, saya peduli akan kebahagiaan saya dan apa yang saya ingikan, dan saya juga harus menerima kekurangan-kekurangan yang saya miliki. Terkadang kita perlu istirahat, tetapi kita juga harus tetap berjuang, dengan mengatur keseimbangan antara kebahagiaan dan kewajiban saya, secara tidak langsung saya telah merealisasikan kepedulian saya kepada diri saya sendiri. Menurut saya, saga tidak bisa hanya diam tanpa peduli kepada kondisi diri saya sendiri, saya harus peduli terhadap seluruh aspek dari diri saya sendiri, dan berdasarkan rasa kepedulian yang mendasarkan kasih sayang, dalam menjalankan kewajiban yang ada dalam hidup saya tentu saja hal ini harus didasari dengan rasa kasih sayang, dengan rasa kasih sayang pula saya akan berhasil mencapai kebahagiaan yang saya inginkan. Dalam menyayangi diri saya sendiri, saya harus bisa paham akan diri saya sendiri, saya harus bisa menerima seluruh bagian diri saya, maka bagi saya hal yang paling penting dari semua ini, hal yang sebenarnya bisa menyimpulkan semua faktor ini adalah menyayangi diri sendiri. Setiap manusia tentu membutuhkan kasih sayang, tetapi tanpa kita sadari, kasih sayang yang kita perlukan bukan hanya dari orang lain, melainkan juga dari diri kita sendiri.

Senin, 10 Agustus 2015

KAPAL UAP SEDERHANA

Sabtu, 28-03-15
-Kapal Uap Sederhana-

Cara Membuat Kapal Uap Sederhana

Alat dan Bahan :

  • Gabus
  • Kaleng Minuman
  • Lilin
  • Kawat Tembaga
  • Triplek
  • Baskom
  • Air
  • Cutter
  • Gergaji
  • Tang
  • Korek Api
  • Double Tip

Langkah Pembuatan :

  • Potong gabus dengan cutter dengan ukuran 25x10 cm dan 36x20 cm.
  • Buang Isi soda minuman, caranya melobangi bagian atas dengan paku ukuran sedang.
  • Potong kawat dengan panjang 35 cm sebanyak dua buah untuk penyangga kaleng, lilitkan dengan tang di ujung kepala kaleng dan kaki kaleng
  • Potong lilin sama panjang sekitar 4 cm sebanyak 4 buah
  • Potong triplek 20x5 cm membentuk runcing di satu sisi
  • Tempelkan Triplek dengan double tip di gabus berukuran 25x10 cm
  • Isi Kaleng dengan Air
  • Tempel gabus kecil ke gabus yang besar
  • Taruh lilin berjejer di bawah kaleng nyalakan lilin dengan korek
  • Taruh rakitan gabus dan kaleng diatas baskom berisi air dan tunggu percobaan menguap, lalu percobaan akan bergerak.

Sabtu, 04 Juli 2015